Selasa, 12 Juni 2012


Awal Dari Segalanya
Cinta semu
Terlalu jauh rasa ini
Begitu ingin melupakan semua ini
Membuat batin sulit untuk mengatakan
Dapatkah rasa ini hilang oleh waktu

Bila nanti aku pergi jauh
 Aku ingin dia tahu tentang ini
Mungkin aku hanya bisa melihat
Dan tersenyum dari surga….

Andai tuhan memberikan ku umur
Aku pasti akan mengungkapkannya
Bila tidak terjadi …
Kutitipkan salamku lewat malaikat                                                            
Januari , 2 ,2011
Sekilas puisi ini hanyalah bualan belaka yang tak jelas jalan ceritanya.  Mungkin aku adalah orang terbodoh ,atau tidak pernah beruntung. Aku bisa berkata seperti ini karena ada sebuah cerita yang tertuang dalam selembar puisi tak bertuan ini.Aku yakin diantara kalian pernah ada yang jatuh cinta, berawal dari cinta monyet namun akhirnya bermetamorfosa menjadi cinta yang sejati .
 Berawal dari aku duduk dibangku sma ,saat itu aku sangat  bersemangat dan sangat tertantang ya, bagaimana tidak masa sma adalah masa yang berkesan bagi diriku .senang rasa nya saat itu aku sudah berubah dari yang memakai rok biru menjelma menjadi murid sma . Memang setiap orang pasti selalu mengingat masa sma yang bahagia ,masa yang selalu canda tawa, gengsi – gengsian , dan juga terkadang bertindak konyol diluar dugaan .
      Pagi hari begitu cerah ,awan biru terlihat begitu ceria ,burung yang bertengger juga memngucapkan salam yang manis kepadaku. Hari ini adalah hari pertama aku di MOS , jadi aku harus bangun dengan penuh semangat yang luar biasa. Aku bangun dari tempat tidurku dan bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap – siap kesekolah baruku . kubasuh wajah ku yang masih malas dengan air di wastafel yang begitu dingin dan menyegarkan ,”ehmmm” terasa badan ku sedikit bergairah dan penuh semangat menyambut hari ini.
        kalian pasti tahu bagaimana rasa nya bila sedang di MOS sangat repot dan sangat aneh , membawa ini dan itu yang tidak masuk akal . lihat saja yangku bawa tas dari karung goni , buku disampul koran ,dan masih banyak lagi pokoknya sangat repot. Bukan hanya itu bila kalian melihat diriku pada hari ini pasti kalian tertawa terbahak – bahak melihat penampilanku saat ini, rambutku yang pendek disuruh dikuncir sepuluh ,serta kalung jengkol yang kupakai saat ini membuat penampilan ku sungguh lucu. Aku saja yang melihat penampilanku di depan kaca ingin tertawa.
Memang kalau sedang berkaca perempuan sampai lupa waktu ,Contohnya saja aku padahal  waktu sudah menunjukan pukul 05:15 namun aku belum sarapan , membereskan barang bawaan dan ini itu pokonya ribet ,sampai akhirnya mama memanggilku .
“ zizi sayang,cepat turun kebawah makan dulu ,udah di tungguin sama papa nih di bawa ” panggil ibuku dengan suara yang begitu nyaring sampai seisi rumahku  menjadi berisik yang tadinya sangat sunyi.
“ iya,ma aku turun sebentar lagi ”,sahutku yang tak kalah nyaringnya.
Terlihat mereka di meja makan mama,papa,dan kakak perempuanku kak restu semua yang sedang asyik menyantap hidangan pagi .
“ pagi,semua …..” sapaku dengan ramah dan senyuman manis yang disertai senyum pipit di pipi sebelah kananku
“ kocak lo zi pakain lo tuh kayak badut Ancol ” sentak kakak ku dengan perasaan tak berdosa
“ udah – udah jangan ribut masih pagi kok ribut ” lerai mama sebelum terjadi perang adu mulut antara aku dan restu.
Memang hubungan ku dengan restu jarang pernah akur seperti kucing dengan tikus selalu bertengkar karena masalah sepele, terkadang aku yang mulai atau dia yang mulai tetapi yang sering kali yang mengejekku terlebih dahulu adalah dia  .bukan berarti setiap hari kami bertengkar terkadang kami juga sangat kopak .Namun ,kalau sudah kopak kami seperti saudara yang tidak bisa di pisahkan  satu sama lain.
“ zizi kamu nanti di anterin sama pak Ramdi ya sayang , soal nya mama takut kalo kamu itu kesasar ,apalagikan baru masuk sekolah .ga lucukan kalo kamu nanti terlambat .” ucap mama sambil memberikan sepotong roti selai coklat kepadaku.
“ iya ,mama zizi nanti berangkatnya bareng pak Ramdi kok, ga usah khawatir ma .” jawab ku dengan lembut.
       Jam sudah menunjukan pukul 06:00 aku harus cepat – cepat bergegas menuju kesekolah , karena bila terlambat nanti aku bisa di hukum oleh senior – senior ku , bagaimana pandangan mereka nanti baru masuk sekolah sudah telat. Karena jarak rumahku jauh dari sekolah jadi aku diantar oleh supirku pak Ramdi yang setia menemaniku selama enam tahun .
“ non zizi ,sudah siap? ” Tanya pak Ramdi kepadaku
“ ayo pak jalan ,nanti kita terlambat  ” ujarku sambil mengecek barang yang yang ada dalam tas.
“ ok , deh non” sambil menyalakan mesin mobil
Di dalam perjalanan pak Ramdi sangat menghiburku , walau umurnya sekitar 56 tahun namun semangatnya sangat menggebuh – gebuh . dengan goyonan – goyonan yang di buat pak Ramdi untukku mebuatku tak dapat berhenti menahan tawa di sepanjang perjalanan. Memang pak Ramdi itu orangnya humoris serta bersahabat kepada siapapun bahkan orang yang baru ia kenal.karena sikapnya yang seperti itu membuatku sangat menyayangi pak ramdi seperti keluarga sendiri, bukan hanya aku saja namun mama,papa,serta kak restu mengangapnya demikian.
     
           akhirnya aku sampai didepan gerbang sekolah baruku ,terlihat banyak sekali murid yang berpenampilan seperti diriku  . selain itu terlihat juga senior-seniorku di depan gerbang sedang bersaliman dengan seorang guru . mereka mengantri dengan tertib , aku segara mengikuti jejak para senior ku ikut bersaliman . setelah bersaliman aku segera mencari kelasku di mading kucari satu persatu dengan teliti ,kuperhatikan satu huruf demi satu huruf .
“ nah,ini nama gue zizi anastasya ” sambil menunjuk nama yang tertera di mading .
Lalu aku perhatikan dengan sesakma , disana tertera zizi anastasya kelas x 2 diruang 23 , karena gerombolan semakin penuh dan sesak dipenuhi oleh semua orang yang igin melihat nama mereka, aku segera keluar lalu segera mencari ruang 23 .satu persatu ruangan aku lihat aku cari ruangan itu namun tak kunjung pula aku temukan dan akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepada seorang senior yang sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon rindang yang mana daun – daun saat itu sedang berterbangan bagaikan kejadian di sinetron ,sepertinya ia sangat menikmati apa yang ia baca bagaikan terbawa oleh imajenasi pengarang .
“ maaf , kak ngangu ruang 23 dimananya ? ” saat itu aku merasa takut mengangu orang yang sedang asyik membaca apalagi wajahnya terlihat serius.
“ lo mau tahu ruang 23 dimana ,kenapa logak Tanya aja sama yang lain , logak ngeliat gue lagi baca ! ” dengan nada yang ketus ,dan sambil menutup lembaran bukunya yang ia baca .
Sorot mata yang tajam mengisyaratkan bahwa ia terlihat sangat marah , namun entah kenapa hatiku jadi berdesir tak karuan saat sorot matanya berhadapan langsung dengan sorot mataku , “ oh ,tuhan kenapa gue bisa kayak  gini sumpah ini cowok ganteng banget ” bisikku dalam hati.saat itu aku terpaku dan tak dapat berkata apa-apa sorot mata yang tajam membuat aku menjadi tak bergerak seperti patung ,hanya terfokus dalam satu tujuan yang entah apa yang kupikirkan yang jelas aku bingung.tiba - tiba ada suara yang mengkagetkanku dari khayalku.
“ eh ,lo dengar ga si jangan diam aja kenapa lo bengong dasar aneh ” ,ia langsung meninggalkan aku dan pergi begitu saja tanpa berkata – kata lagi dengan sikap yang sangat dingin.
 “ kak tunggu, lo tuh jangan jutek banget dong, guekan Cuma nanya kalo ga mau jawab juga gak apa – apa. ”  kataku sambil berteriak keras yang mungkin dapat terdengar oleh yang lain ,ternyata betul teriakanku itu memang terdengar oleh yang lain meraka langsung melihat kearahku sorot mata mereka sangat membuatku malu,namun ia sama sekali tak menghiraukanku .
    Dan aku putuskan untuk mencari sendiri walau rasa malu ini menggelayut dalam benakku aku segera berusaha untuk menepisnya dan berusaha mencarinya sendiri ,namun mata mereka tak putus-putus melihat ke arahku bahkan terlihat jelas diantara mereka ada yang berbisik-bisik satu sama lain aku berusaha menunduk sambil berjalan dan  tak menghiraukan apa yang mereka semua katakan.
Tak menyangka aku bertemu dengan seorang temanku disana .hatiku lega dan bersyukur wajahku yang memerah kini menjadi sedikit tertolong .
“ Niken, lo sekolah di sini juga ”sapaku kepada Niken yang sedang asyik gombrol  dengan teman barunya .
“ ya ampun zizi ,lo juga sekolah disini seneng deh rasanya ” Niken terlihat kaget saat melihat aku berdiri dihadapannya ,dengan tingkah pola lebay ya.
Ya ,memang Niken adalah temanku di sekolah lamaku namun kami kurang begitu akrab ,mungkin karena kami berbeda kelas .niken itu memang anak nya sangat cepat bergaul dengan orang lain , selain itu juga sangat bersahabat jadi jangan heran bila cepat mengenal orang lain .
“iya,nih gue lagi nyari ruang 23 kira – kira dimana ken? ” tanyaku sambil melihat kesekeliling .
“ ya ampun berarti kita bertiga sekelas dong ,zi kenalin ini Laras dan laras ini zizi” jawabnya dengan senang dan sedikit histeris sambil menyuruhku berjabat tangan dengan teman barunya.
dan akhirnya aku berkenalan dengan Laras .dan tanpa berbincang – bincang terlalu lama  Laras serta Niken mengajak ku kelas yang tak jauh dari tempat kami berbincang – bincang .
rasanya sangat senang bertemu dengan teman baru selain kita menambah teman kita juga dapat bertukar pikiran saat sedih maupun suka intinya hari ini aku sangat senang .
       bel sekolah berbunyi memanggil semua anak untuk segera baris di lapangan setelah aku menaruh tas aku segera menuju kelapangn dengan laras dan niken  .disana terlihat sudah banyak murid – murid berkumpul ada yang berbaris dengan tertib selain itu juga ada yang ngobrol satu sama lain,aku segera kesana dan ikut berbaris dengan mereka .Upacara membukaan MOS di mulai semua barisan saat itu disiapkan oleh pemimpin upacara . Satu demi satu susunan upacara di laksanakan dari pengibaraan bendera ,sambutan kepala sekolah ,serta sampai akhirnya sambutan dari ketua osis .Ketika aku melihat kearah podium ternyata yang memberikan sambutan adalah cowok jutek  yang kutemui tadi pagi, sontak aku langsung kaget “ astaga ternyata cowok tadi,dia ketua osis pantas saja aku dilihatin sama orang – orang tadi ” gumamku dalam hati dengan perasaan sangat malu.ia segera memberikan sambutan kepada peserta MOS.
“kenalkan nama saya vino ardian saya disini menjabat sebagai ketua osis,mungkin saya tidak akan panjang lebar hanya saja saya akan memberikan sesuatu yang berbeda serta  saya juga akan membuat suasana MOS menjadi lebih asyik serta akan membuat kalian semua nyaman berada di sekolah ini ,mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila ada kekurang dalam sambutan yang singkat ini ,pada hari ini MOS dibuka” sangat singkat, padat dan jelas serta ia juga sangat mempunyai khrisma yang kuat saat ia berbicara di atas podium .
Selesai ia memberikan sambutan dilanjutkan dengan membacaan doa ,terlihat semua murid mengadahkan tangan dengan khusuk mereka menunduk bagaikan berserah diri kepada tuhan yang maha esa.namun ,diantara mereka yang tertib ada juga yang ngobrol di belakang sampai membacaan doa selesai.ya memang tingkah laku anak zaman sekarang seperti itu entah apa yang mereka pikirkan seperti tidak mencerminkan sikap yang baik .
akhirnya upacara selesai semua anak yang seperti tadi merasa seperti terkurung dalam sangkar kini mereka merasa bebas sangat jelas perasaan mereka terlihat ,mungkin upacara bendera sekaligus membukaan MOS sangat melelahkan.bayangkan saja kami berdiri sekitar 1 jam penuh untuk mendengarkan sambutan-sambutan , yang membuat kaki kami menjadi kesemutan sungguh melelahkan .
rasa haus sangat terasa , memang cuaca yang cerah membuat kami kehausan walau masih pagi. jadi para murid di bolehkan untuk membeli jajanan di kantin . seperti halnya Laras dan niken mereka mengajaku namun ,Sehabis upacara yang sangat membosankan ini membuat kepalaku  pusing jadi aku memutuskan untuk kekelas duluan meninggalkan Laras dan Niken yang berada dikantin .Rasanya akhir-akhir ini badanku merasa cepat lelah entah apa yang terjadi aku juga belum tahu .
        Ketika aku berada dikelas suasana kelas sangat ramai dan berisik.Aku duduk menenangkan pikiranku sambil menunggu kehadiran laras dan niken .Dan tak lama kemudian mereka datang dengan membawa jajanan dari kantin ,saat itu aku di tawarkan namun aku tak mau karena perutku sangat mual dan wajahku juga terlihat pucat pasi .
“ Zi,lo sakit  kalo sakit mending lo izin pulang ” Ujar laras dengan penuh perhatian kepadaku .
“ gue ga apa-apa kok nanti juga sembuh sendiri ”balasku dengan lemas
“lo, yakin ga  apa-apa Zi?” Tanya Niken sambil memegang keningku.
“ iya, ga apa-apa lin ”jawabku dengan pasti untuk menyakinkan mereka .
Inilah hari pertamaku menjadi murid sma dan inilah awal dari semua yang merubah hidupku, dari kejadian ini aku mengenal arti penting dari persahabatan ,ketulusan ,hingga pengorban.
Senang banget rasanya bisa kenal sama teman – teman baru seperti sesuatu yang gak bisa dilupain .diary aku seneng banget baru di MOS udah dapat hal – hal yang baru .Makasih tuhan sudah temuin aku sama temen – temen baru
                      juni,3,2010







Lebih Dekat
Sudah enam bulan sejak kejadian di MOS aku menjalani masa SMA yang penuh warna penuh dengan kejadian – kejadian yang dapat merubah aku menjadi anak yang lebih berani ,lebih menghargai teman ,dan lebih kompak dari sebelumnya.
Hari ini cuaca tidak mendukung terlihat langit mendung ,udara dingin juga sangat terasa .mungkin karena musim pancaroba jadi udara tidak menentu kadang hujan ,terik atau hanya berawan .tetapi hari ini aku harus jalani dengan penuh senyum dan tertawa riang .Apakah kalian tahu kalau hari ini aku sangat senang sekali aku juga bingung kenapa tetapi yang jelas sepertinya aku jatuh cinta dengan Vino ardian sang ketua osis yang jutek banget berawal dari pertemuan yang singkat mengubah perasaanku yang kosong menjadi lebih berwarna ,atau dapat di katakan cinta pada pandangan pertama.
aku sangat senang sekali aku tersenyum sendiri seperti orang gila sambil berjalan menuju ruang lab kimia ,satu dua kelas aku lewati namun aku terhenti ketika di ruang ketiga tepatnya ruang fisika disana terlihat seseorang sedang duduk dan membaca buku siapa lagi kalau bukan pujaan hatiku kak vino ardian seorang pria yang telah membuat hari – hariku ini lebih berwarna ,dari balik pintu aku memperhatikannya  dengan sangat serius sampai seseorang menepuk pundakku dan membuarkan pikirannku .
“mau cari siapa ?”Tanya seorang kakak kelas kepadaku .
“gak ,kok kak ” dengan perasaan gugup dan langsung meninggalkannya.
Perasaanku sangat gugup namun aku segera menuju lab kimia .yang mana tak jauh dari ruang fisika . kupercepat langkahku agar cepat sampai dan akhirnya aku sampai juga .Terlihat keadaan di kelas sudah cukup ramai banyak sekali teman – temanku disana ada yang sedang sarapan pagi ,baca buku komik atau mengombrol,seperti halnya Laras dengan Niken mereka sedang mengombrol dengan Risa dan Anjar terlihat sangat seru sekali entah apa yang mereka bicarakan terlihat wajah Risa yang memerah mungkin karena dia tertawa terlalu terbahak- bahak menjadi sepert itu .
“ hai…. Lagi ngombrolin apaan si seru banget kayanya ”Tanyaku di sela – sela obrolan mereka .
“ gak ini loh ,si anjar ikutin gayanya pak bahrul kalo lagi ngajar ”jelas laras kepadaku .
“oh seru banget dong ,lanjutin dong gue mau liat ni jar”rasa penasaranku sangat terlihat saat aku berbicara .
“iya …… jar lanjutin ”ucap kami berempat
“ok ,deh nona – nona ” jawab anjar dengan memulai aksinya .
Tak terasa kami sudah mengombrol sekitar 15 menit lamanya sampai bel masuk terdengar dengan nyaring .
“yah ,udah bel males dah gue pelajaran kimia udah tahu gue mau masuk IPS malah di jejelin kimia juga ” keluh Risa.
“sabar ya bu…” jawab kami berempat
Mulailah pak bahrul menerangkan tentang hukum molaritas pertama – pertama kami sangat antusias namun lama – kelamaan kami semua boring .mungkin karena pak bahrul menjelaskannya terlalu berbelat – belit membuat kami semua menjadi boring .untuk itu teman – temanku mengatasinya dengan berbagai cara seperti ada yang mengombrol ,tertidur ,main blackberry ,atau malah pura – pura ke kamar mandi lalu kemudian beli jajanan deh . sedangkan aku memilih untuk mengombrol dengan Risa , anjar , Niken ,Laras terasa asyik sekali sampai kami tertawa terbahak – bahak dan akhirnya kena tegur .
“kalian,berlima maju kedepan kerjakan soal yang ada di papan tulis ” tegurnya dengan mata melotot dan suara batak yang khas .
“kami berlima pak ,kami semua pak ”pertanyaan yang tidak masuk akal di lontarkan oleh Risa .
“Iya kalian semua cepat ,maju ” jawab pak bahrul yang sepertinya sudah mulai naik pitam
Akhirnya kami berlima maju kedepan ,terlihat sangat malu tetapi,mau bagaimana lagi memang kami salah jadi harus bertanggung jawab .satu soal bisa di kerjakan oleh Laras ,memang diantara kami berlima Laras yang paling pintar bidang eksakta.sekarang giliran anjar menjawab soal yang kedua pertamanya si lancar tetapi ketika di pertengahan kacau jawabannya langsung dia mendapat amukan dari pak bahrul . giliran ketiga yaitu niken sama seperti Laras dia juga pintar jadi gak sangsi kalau niken itu jadi murid kesayangan pak bahrul setelah andre dan Laras ,habis dia itu jawabnya cepat banget si .dan sekarang giliran aku pertama – tamanya aku ngerjain lancar tetapi pas di pertengahan seperti anjar aku kebingungan harus jawab apa. Tiba-tiba dewa penolong datang untuk aku dan Risa bel istirahat berdering perasaan yang tadi gemeteran karena takut ga bisa ngerjain soal kini terobati .
“ ya,sudah istirahat kalian semua tetapi ,zizi dan Risa tetap disini kerjakan soal sampai bisa di bantu oleh Andre,bapak mau makan dulu ” kata pak bahrul sambil meninggalkan ruangan kelas
“gue,kira dia kasih kopensasi gara – gara bel ternyata tetep harus ngerjain juga ” gumamku dalam hati
“ lo berdua nyusahin gue aja !  ”sikapnya sangat tidak bersahabat terlihat sekali di wajahnya
“ ya ,udah sana pergi kita juga ga terlalu butuh lo kok gue bisa minta bantuan sama Laras kalo ga sama Niken gampang kan”jawabku dengan ketus kepadanya .
“ ok terserah lo tapi sekarang yang di suruh gue bukan teman – teman lo itu ,ngerti ratu jutek ”
 ia sangat menyebalkan sekali sikap yang sok pintar terlihat sekali di wajahnya. walau memang dia yang selalu pendapatkan nilai paling tinggi setiap ulangan kimia, setidaknya dia itu harus lebih ramah lagi kepada setiap orang .
“udah – udah eh zi ga usah ajak ribut orang sombong ini ,eh dre kalo lo mau ngajarin kita cepetan perut w udah keroncongan ” ucap Risa yang dengan nada yang tidak kalah juteknya seperti aku.
Kami segera mengerjakan dengan perlahan – lahan , satu demi satu di jelaskan olehnya walau kami hanya membantu sedikit dalam mengerjakan soal,namun kami sudah meresa sangat bangga.
“akhirnya kita selesai juganya Ris ,seneng deh ” kataku dengan perasaan yang gembira
“iya zi ,akhirnya gue bisa kekantin perut gue udah keroncongan banget nih ” balasnya dengan kegirangan .
“gembira banget lo berdua inikan setengahnya pake otak gue,eh bukan tapi semuanya pake otak gue ,seharusnya lo berdua ucapin terimakasih sama gue” ucapnya dengan begitu sombong dan sedikit menyepelekan.
“ya udah, makasihnya professor andre yang terhormat ok ,udah cukupkan” jawab kami berdua dan langsung meninggalkan dia di kelas .
“sama – sama ratu jutek ”sambil berteriak kepadaku.
“sabar zi ,emang nyebelin itu anak ” bisik Risa kepadaku .
Di kantin sudah ada niken,laras ,dan anjar sedang menunggu kehadiran kami .mereka bertiga sepertinya khawatir dengan kami berdua terlihat ketika kami berdua datang mereka langsung mengintrograsi kami dengan pertanyaan – pertanyaan .
“eh ,zi lo bisakan,gimana andre ngajarinnya kerennya ”Tanya niken yang sangat antusias sekali .
Memang Niken sangat menyukai andre jadi maklum kalau dia Tanya dengan sikap yang sangat penasaran .
“ iya ,zi certain dong please”
“ ok ,tapi kalo gak ada minum sama makan  kaya ya gak asyik ” sela Risa untuk mencairkan suasana
“lo kan emang maunya ris, uhhh……… dasar Risa ”  sentak anjar kepada Risa
“kenapa lo jar gak suka ,gue laper banget ni zi traktir kita berempatnya …” paksanya dengan perasaan tak bersalah
“ iya …… gue traktir lo berempat ok ”
“beneran zi ,kita berempat di traktir ” Tanya anjar untuk memastikan
“ ehmmm………”
“makasih zizi sayang …… yang cantik,imut dan pinter” balas mereka berempat dengan wajah yang sok manis.
“iya , kalo ada maunya aja bilang gue pinter ” sambil tersenyum kepada mereka
“ makanya zi lo traktir kita berempat terus, jadi kita bilang pinter terus deh ” hibur Laras kepadaku
“hahahaha….. asyik kalo tiap hari di jajanin sama zizi”
“uhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..dasar Risa” sorak kami berempat
“ayo zi certain cepetan ….” Paksa niken kepadaku
“ok gue certain ,dia itu jutek banget pokoknya lebih dari ketua osis terus dia itu sombong ,sok keren ,sok ganteng ,pokoknya sok deh ”jelasku kepada niken
“ sampai segitunya si andre nyebelinnya ,tapi kalo kaya ketua osis kaya ga deh” sela laras memotong pembicaraanku
“ya udah pesen makanan dulu ye ok , mba bakso 5 minumnya es jeruk 5 gak pake lama ”teriak Risa di sebelah telingaku kepada mba kantin
“oke beres makanan segera diantar” jawab mba kantin
“gila lo Ris kenceng banget tahu ,sakit telinga gue”
“sorry zi jangan marah ye ,habis perut gue ga bisa di ajak kompromi ni”
“iya ris,gue ga marah kok tenang aja kali”
“terus zi gimana lagi dia ,ayo certain ”terlihat sekali wajah niken sangat penasaran.
“ya gitu deh ,pokok ya nyebelin tanya aja sama risa kalo gak percaya ”
“betul itu ken,yang dikata sama zizi dia jutek banget deh ”jelas Risa untuk menyakinkan niken .
“ tapi,kalo dia lagi mikir keren sih ,ga tahan jutek ya itu lo ,malahan zizi di panggil ratu jutek” . tambah Risa
“ah masa sih segitu juteknya ”sikap tak percaya sangat terlihat jelas sekali di wajah niken
Ketika kami sedang mengobrol dengan asyiknya tiba – tiba makanan yang kami pesan akhirnya datang juga ,perut kami yang keroncongan ingin segera melahapnya segera .tanpa berfikir panjang kami segera menyantap dengan lahap , terlihat sekali Risa sangat lapar dari cara dia makan yang sangat lahap mungkin dalam hitungan menit dia telah menghabiskan baksonya itu .
“laper apa laper mba ” singgung anjar kepada Risa
“bawel lo jar kaya cewek ,gue itu belum sarapan tadi pagi tahu” terlihat lucu saat Risa berbicara bakso yang masih penuh di mulutnya itu membuat  ia susah untuk berbicara.
“iya udah ,cepetan dikit lagi mau bel ” lerai niken untuk menghentikan adu mulut antara anjar dan Risa                                
        Bel berdering kami semua segera menuju kelas ,di kelas sudah banyak teman – teman ,keadaan di kelas terlihat sangat ramai .ada yang menyanyi entah apa yang mereka nyanyikan ada yang main handphone ,bahkan ada yang main kejar – kejaran sangat ricuh dan ramai ,namun inilah kelasku kelas x2 yang anak – anaknya sangat kompak . di antara keramaian hanya sedikit yang pendiam hanya ada beberapa saja contohnya laras ia asyik dengan membaca buku entah apa judul yang ia baca namun terlihat serius ,lalu Kevin ia sempet – sempetnya tidur di kelas ,yang terakhir andre sama dengan Laras ia juga sedang membaca sebuah buku yang membuat pikirannya terbang jauh kedunia khyalan si pengarang.
       Sekitar 15 menit kami menunggu guru akhirnya guru bahasa Indonesia kami datang .semua anak yang tadinya ricuh tiba – tiba berubah menjadi diam dan suasana hening.Mulailah bu mela menjelaskan tentang puisi semua anak terlihat antusias dengan pelajarannya, mungkin karena pelajarannya yang tidak membuat kami boring serta bu mela mengajarnya dengan lemah lembut jadi kami merasa santai dengan apa yang ia jelaskan bukan hanya itu kami juga merasa lebih mengerti.
Waktu berjalan dengan cepat satu demi satu pelajaran aku lewati dan tak terasa semua pelajaran hari ini telah selesai juga . badan ini terasa sangat  lelah sekali , mungkin Karena bawaan buku yang terlalu banyak atau Karena memang kondisi kesehatanku akhir – akhir ini menurun aku juga tidak tahu kenapa, yang jelas hari ini aku sangat lelah.
Aku merasa kini aku menjadi lebih dekat dengan teman – temanku walau hanya enam bulan aku baru mengenal mereka namun seperti aku sudah mengenal mereka bertahun – tahun .dari  sini aku semakin dekat dengan laras,niken,Anjar ,serta Risa . bahkan aku kini merasa bila mengingat – ingat lagi aku seperti ingin kembali kejadian tadi  bercanda tawa dengan mereka namun , udah dulunya diary tanganku terasa pegal lagi pula hari sudah semakin larut ,kejadian yang tadi ga akan aku lupakan walau disuruh ngerjain soal sampai kelimpungan namun itu ,menarik .
november,4,2010
Hari sudah semakin larut jam juga telah menunjukan pukul 22:00 mata ini sudah sangat lelah rasanya ingin segera aku istirahatkan namun, aku masih terbayang dengan kejadian tadi terkadang aku tersenyum kembali ,seperti megulang kembali kejadian tadi dalam imjenasiku . tetapi , sungguh kejadian itu membuatku menjadi ingin lebih mengenal mereka lagi lebih jauh dari sekarang .











Surat rahasia
  
From : ……………
Aku kini baru sadar saat aku terlelap dalam kalut yang menyelubungi hatiku , saat semua pasi kau hadir bagaikan memberikan embun pagi yang menyegarkan ,kau hadir dalam sebuah ruang yang kosong dan memberikan sebuah cahaya yang terang di dalam hatiku.
to : zizi
aku sangat kaget saat aku melihat surat singkat yang jatuh ketika aku ingin membuka lokerku , entah siapa pengirimnya tak di cantumkan namanya .surat yang mana kata – katanya sangat lembut dan menyentuh hati ini tak tahu siapa pemiliknya . lalu aku mulai menerka – nerka di dalam pikiranku apakah seseorang yang aku kenal atau seseorang yang memang aku belum tahu siapa dia? sebuah tanda Tanya besar kini ada dalam benakku . tapi kini aku memang sangat penasaran dengan surat rahasia ini.pikiranku masih melalang buana mencari tahu siapa pemiliknya sampai aku sadar bel sudah mulai berbunyi.
Aku segera menuju kelas geografi terlihat seperti biasa suasana yang ramai memang selalu terjadi di kelasku ,apalagi saat ada PR semua anak terlihat sibuk mencontek .contohnya saja seperti niken , anjar , dan risa sepertinya mereka dikejar oleh waktu .
“ kalian belum pada kerjain PR ?” tanyaku kepada mereka yang sedang khusyuk untuk mencontek .
“ bentar ya zi kita pada lagi sibuk ni, elo ngobrolnya sama Laras aja dulu  ,ok ” jawab niken yang sedang mencontek dengan seksama .
“ iya , deh yang lagi nyontek serius ” ujarku kepada mereka bertiga
“ akhirnya selesai juga , tangan w pegel banget jawabannya panjang – panjang lagi ” keluh Risa .
“ eh bu yayuk dateng tuh cepetan kerjain PR nya ” teriak salah seorang temanku .
Teman- temanku dengan kekuatan ekstra cepat mereka semua menyontek pr dengan buru – buru seperti di kerja waktu atau di kejar bu yayuk yang jelas kali ini teman – temanku sangat ribet.
Keadaan masih sangat ricuh tetapi semua keadaan berubah saat bu yayuk datang ,semua terdiam seperti patung .memang guru geografiku ini sangat tegas  ,walau sudah tua tetapi dia sangat gesit . namun  dari semua guru bu yayuklah yang paling pengertian .
“ selamat pagi,anak – anak ” sapa bu yayuk kepada kami semua dengan senyuman yang terukir di wajahnya yang tua .
“ pagi bu………” balas kami dengan kompak
“kumpulkan PRnya sekarang juga dalam hitungan ketiga semua buku harus terkumpul di depan , 1……,2……,3…… ayo cepetan kumpulkan ”
Anak dengan sigap anak – anak mengumpulkan ke depan ,ya walau berebutan tapi terlihat lucu .Mulailah bu yayuk menerangkanya dengan luwes kami juga memperhatikannya dengan seksama dengan canda tawa yang dibuat oleh seorang temanku menambah seru pelajaran kali ini .kami menjalani pelajaran kali ini tidak suntuk tidak seperti pelajaran – pelajaran yang lain .di tambah bu yayuk walau sudah tua namun seru terkadang ia membuat kami tertawa dengan semua lelucon yang dibuatnya .sungguh aku merasa senang sekali mengikuti pelajaran kali ini .
Bel istirahat berdering tak terasa kali ini pelajaran terasa cepat berlalu ,apa mungkin Karena pelajarannya yang tidak membosankan jadi tak terasa. Atau karena aku memang menyukai pelajaran geografi ,tapi sudalah abaikan yang penting sekarang aku mengisi perut terlebih dahulu habis perut ini terasa keroncongan sekali .
“ zi , ayo cepetan perut w udah keroncongan tahu , cacing di perut w lagi pada demo ni ” panggil Risa yang sepertinya tak sabaran sekali
“ ayo, kita ke kantin ” ajakku kepada mereka berempat .
“ di traktir lagi zi ……”
“ maunya loe di traktir terus sama zizi ,Ris ” sentak Niken kepada Risa
“ kirain gitu ken ” balas Risa dengan perasaan sedikit malu
Setelah sampai di kantin terlihat situasi di sana sangat ramai , bisa di bilang seperti pasar . dimana mereka semua terlihat saling berdesak – desakan mungkin ,seperti keadaan sedang mengantri sembako.walau bagaimanapun ini tak mengurungkan niat kami untuk makan siang .
Kami berlima memilih untuk duduk sambil menunggu pesanan tak seperti yang lain yang tak sabaran . sambil menunggu pesanan seperti biasa kami berlima bercanda tawa , bersenda gurau , serta yang paling penting adalah bergosip.
“ eh zi, elo tahu ga katanya kak vino lagi suka sama anak kelas satu ” ujar niken kepadaku.
“ apa…… yang bener ken !”  balasku dengan perasaan yang sangat kaget
“ eh , ngobrolnya entar dulu ya makanannya udah datang tu ” sela Risa
Aku terdiam sejenak memikirkan apa yang dibilang niken .Perasaan yang tak percaya sempat ada dalam benakku , apakah mungkin yang pengirim surat itu adalah kak vino atau bukan . tetapi dalam hati kecilku aku berharap dia yang mengirim surat itu untukku . namun sudalah aku juga tak berharap banyak darinya . yang penting sekarang aku harus mencari tahu sendiri  siapa pemilik surat itu jangan sampai ketahuan dengan mereka berempat,Aku harus diam - diam menyeledikinya .
“ zi mie pangsitnya ga dimakan ,kalo ga di makan buat gue deh ” ujar Risa kepadaku .
 mau loe ris, gue ga abis pikir sama loe sebenarnya itu loe perempuan atau siluman dah makannya cewek rakus banget .” sentak anjar kepada  Risa
“ eh jar dari pada di buang kan mubazir mending buat gue ” balas Risa tidak mau kalah .
“ udah – udah cepetan, dikit lagi mau masuk ” lerai niken
“ Ras kenapa loe diam aja dari tadi loe sakit ?” tanyaku kepada laras yang dari tadi terlihat murung
“ eh ga kok gue sehat Cuma gue sedikit dingin aja ” balasnya dengan gugup kepada kami berempat .
Tak terasa 30 menit berlalu ,bel  berbunyi nyaring kami semua kembali ke kelas kali ini adalah pelajaran biologi , pelajaran yang paling disukai niken karena guru biologinya ganteng . lihat saja nanti ekpresi wajahnya berubah sedikit memerah saat pak alif datang.
Sekitar 10 menit kami menunggu pak alif dan akhirnya ia datang juga , seperti biasa pak alif membagi kelompok menjadi enam kelompok yang mana setiap kelompok terdiri dari 4 orang , kali ini aku sangat tidak beruntung aku sekelompok dengan orang yang paling nyebelin sedunia siapa lagi kalau bukan andre . rasanya aku ingin tukar saja dengan temanku namun, itu tidak mungkin .
“ nah anak - anak kali ini , kalian akan meneliti tentang berbagai macam bunga lalu kalian persentasikan di depan kelas,dengan kelompok ini bapak harap kalian dapat kompak ”  jelas pak alif kepada kami
“ iya , pak ………” jawab kami dengan serentak
“ sekarang bapak mau kalian buat konsep persentasi dulu baru nanti minggu depan kalian persentasikan ” tambah pak alif kepada kami semua.
Kali ini memang aku bersyukur karena di kelompokku anak – anaknya pintar jadi aku tidak terlalu sulit untuk mengerjakanya . ya memang andre , laras , dan fransiska merupakan anak – anak yang masuk sepuluh besar jadi aku tidak terlalu khawatir,untuk mendapatkan nilai bagus . tetapi bukan berarti kau tidak membantu disini, gini – gini aku masuk peringkat 13 di kelasku walau kalah jauh dari mereka tetapi setidaknya tidak peringkat terakhir .
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat , pelajaran demi pelajaran telah aku lewati dengan senyuman bukan hanya itu ,hari ini aku merasa bahagia mungkin dari sekian banyak pria akhirnya ada juga yang suka denganku walau aku masih belum tahu siapa dia .
Aku masih bertanya – Tanya siapa yang telah mengirim surat itu , diary apakah kak vino ? aku sih belum terlalu yakin. namun entah siapa yang mengirim aku yakin  ia adalah seorang yang romantic atau seseorang yang dapat membuatku tersenyum ,uhmmm…… rasanya capek banget lelah hari ini tetapi aku akan cari tahu siapa pemilik surat itu .dan besok pasti aku dapat temukan siapa pemiliknya  .
november,5 2010
kubuka lagi dan kubaca lagi sampai tak bosannya – bosannya mungkin ini yang ke 20  atau lebih aku tak hitung berapa jumlahnya , sungguh ini adalah  hal pertama yang membuat aku penasaran siapa penggemar rahasiaku  . ya tuhan apakah aku jatuh cinta pada kalimat ini atau seseorang yang menulis kalimat yang begitu indah ini , semakin ku dekap surat itu dan semakin aku terhayut dalam kalimat – kalimatnya .tak sadar aku terlelap dalam syair sang pujangga.