Awal
Dari Segalanya
Cinta semu
Terlalu jauh rasa ini
Begitu ingin melupakan semua
ini
Membuat batin sulit untuk
mengatakan
Dapatkah rasa ini hilang oleh
waktu
Bila
nanti aku pergi jauh
Aku ingin dia tahu tentang ini
Mungkin
aku hanya bisa melihat
Dan
tersenyum dari surga….
Andai
tuhan memberikan ku umur
Aku
pasti akan mengungkapkannya
Bila
tidak terjadi …
Kutitipkan
salamku lewat malaikat
Januari , 2 ,2011
Sekilas puisi ini
hanyalah bualan belaka yang tak jelas jalan ceritanya. Mungkin aku adalah orang terbodoh ,atau tidak
pernah beruntung. Aku bisa berkata seperti ini karena ada sebuah cerita yang
tertuang dalam selembar puisi tak bertuan ini.Aku yakin diantara kalian pernah
ada yang jatuh cinta, berawal dari cinta monyet namun akhirnya bermetamorfosa
menjadi cinta yang sejati .
Berawal dari aku duduk dibangku sma ,saat itu
aku sangat bersemangat dan sangat
tertantang ya, bagaimana tidak masa sma adalah masa yang berkesan bagi diriku
.senang rasa nya saat itu aku sudah berubah dari yang memakai rok biru menjelma
menjadi murid sma . Memang setiap orang pasti selalu mengingat masa sma yang
bahagia ,masa yang selalu canda tawa, gengsi – gengsian , dan juga terkadang
bertindak konyol diluar dugaan .
Pagi hari begitu cerah ,awan biru terlihat begitu ceria ,burung
yang bertengger juga memngucapkan salam yang manis kepadaku. Hari ini adalah
hari pertama aku di MOS , jadi aku harus bangun dengan penuh semangat yang luar
biasa. Aku bangun dari tempat tidurku dan bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap – siap kesekolah baruku .
kubasuh wajah ku yang masih malas dengan air di wastafel yang begitu dingin dan
menyegarkan ,”ehmmm” terasa badan
ku sedikit bergairah dan penuh semangat
menyambut hari ini.
kalian
pasti tahu bagaimana rasa nya bila sedang di MOS sangat repot dan sangat aneh ,
membawa ini dan itu yang tidak masuk akal . lihat saja yangku bawa tas dari
karung goni , buku disampul koran ,dan
masih banyak lagi pokoknya sangat repot. Bukan hanya itu bila kalian melihat
diriku pada hari ini pasti kalian tertawa terbahak – bahak melihat penampilanku
saat ini, rambutku yang pendek disuruh dikuncir sepuluh ,serta kalung jengkol
yang kupakai saat ini membuat penampilan ku sungguh lucu. Aku saja yang melihat
penampilanku di depan kaca ingin tertawa.
Memang kalau sedang berkaca perempuan
sampai lupa waktu ,Contohnya saja aku padahal
waktu sudah menunjukan pukul 05:15 namun aku belum sarapan , membereskan
barang bawaan dan ini itu pokonya ribet ,sampai akhirnya mama memanggilku .
“
zizi sayang,cepat turun kebawah makan dulu ,udah di tungguin sama papa nih di
bawa ” panggil ibuku dengan suara yang begitu nyaring sampai seisi rumahku menjadi berisik yang tadinya sangat sunyi.
“
iya,ma aku turun sebentar lagi ”,sahutku yang tak kalah nyaringnya.
Terlihat
mereka di meja makan mama,papa,dan kakak perempuanku kak restu semua yang
sedang asyik menyantap hidangan pagi .
“
pagi,semua …..” sapaku dengan ramah dan senyuman manis yang disertai senyum
pipit di pipi sebelah kananku
“
kocak lo zi pakain lo tuh kayak badut Ancol ” sentak kakak ku dengan perasaan
tak berdosa
“
udah – udah jangan ribut masih pagi kok ribut ” lerai mama sebelum terjadi
perang adu mulut antara aku dan restu.
Memang hubungan ku dengan restu jarang
pernah akur seperti kucing dengan tikus selalu bertengkar karena masalah sepele,
terkadang aku yang mulai atau dia yang mulai tetapi yang sering kali yang mengejekku
terlebih dahulu adalah dia .bukan
berarti setiap hari kami bertengkar terkadang kami juga sangat kopak .Namun
,kalau sudah kopak kami seperti saudara yang tidak bisa di pisahkan satu sama lain.
“
zizi kamu nanti di anterin sama pak Ramdi ya sayang , soal nya mama takut kalo
kamu itu kesasar ,apalagikan baru masuk sekolah .ga lucukan kalo kamu nanti
terlambat .” ucap mama sambil memberikan sepotong roti selai coklat kepadaku.
“
iya ,mama zizi nanti berangkatnya bareng pak Ramdi kok, ga usah khawatir ma .”
jawab ku dengan lembut.
Jam sudah menunjukan pukul 06:00 aku
harus cepat – cepat bergegas menuju kesekolah , karena bila terlambat nanti aku
bisa di hukum oleh senior – senior ku , bagaimana pandangan mereka nanti baru
masuk sekolah sudah telat. Karena jarak rumahku jauh dari sekolah jadi aku
diantar oleh supirku pak Ramdi yang setia menemaniku selama enam tahun .
“ non zizi ,sudah siap? ” Tanya pak Ramdi kepadaku
“ ayo pak jalan ,nanti kita terlambat
” ujarku sambil mengecek barang yang
yang ada dalam tas.
“ ok , deh non”
sambil menyalakan mesin mobil
Di dalam
perjalanan pak Ramdi sangat menghiburku , walau umurnya sekitar 56 tahun namun
semangatnya sangat menggebuh – gebuh . dengan goyonan – goyonan yang di buat
pak Ramdi untukku mebuatku tak dapat berhenti menahan tawa di sepanjang
perjalanan. Memang pak Ramdi itu orangnya humoris
serta bersahabat kepada siapapun bahkan orang yang baru ia kenal.karena sikapnya
yang seperti itu membuatku sangat menyayangi pak ramdi seperti keluarga
sendiri, bukan hanya aku saja namun mama,papa,serta kak restu mengangapnya
demikian.
akhirnya aku sampai didepan gerbang sekolah baruku
,terlihat banyak sekali murid yang berpenampilan seperti diriku . selain itu terlihat juga senior-seniorku di
depan gerbang sedang bersaliman dengan seorang guru . mereka mengantri dengan
tertib , aku segara mengikuti jejak para senior ku ikut bersaliman . setelah
bersaliman aku segera mencari kelasku di mading kucari satu persatu dengan
teliti ,kuperhatikan satu huruf demi satu huruf .
“ nah,ini nama gue zizi anastasya ”
sambil menunjuk nama yang tertera di mading .
Lalu aku perhatikan dengan sesakma ,
disana tertera zizi anastasya kelas x 2 diruang 23 , karena gerombolan semakin
penuh dan sesak dipenuhi oleh semua orang yang igin melihat nama mereka, aku
segera keluar lalu segera mencari ruang 23 .satu persatu ruangan aku lihat aku
cari ruangan itu namun tak kunjung pula aku temukan dan akhirnya aku memutuskan
untuk bertanya kepada seorang senior yang sedang duduk di sebuah bangku di
bawah pohon rindang yang mana daun – daun saat itu sedang berterbangan bagaikan
kejadian di sinetron ,sepertinya ia sangat menikmati apa yang ia baca bagaikan
terbawa oleh imajenasi pengarang .
“ maaf , kak ngangu ruang 23 dimananya
? ” saat itu aku merasa takut mengangu orang yang sedang asyik membaca apalagi
wajahnya terlihat serius.
“ lo mau tahu ruang 23 dimana ,kenapa
logak Tanya aja sama yang lain , logak ngeliat gue lagi baca ! ” dengan nada
yang ketus ,dan sambil menutup lembaran bukunya yang ia baca .
Sorot mata yang tajam mengisyaratkan
bahwa ia terlihat sangat marah , namun entah kenapa hatiku jadi berdesir tak
karuan saat sorot matanya berhadapan langsung dengan sorot mataku , “ oh ,tuhan
kenapa gue bisa kayak gini sumpah ini
cowok ganteng banget ” bisikku dalam hati.saat itu aku terpaku dan tak dapat
berkata apa-apa sorot mata yang tajam membuat aku menjadi tak bergerak seperti
patung ,hanya terfokus dalam satu tujuan yang entah apa yang kupikirkan yang
jelas aku bingung.tiba - tiba ada suara yang mengkagetkanku dari khayalku.
“ eh ,lo dengar ga si jangan diam aja
kenapa lo bengong dasar aneh ” ,ia langsung meninggalkan aku dan pergi begitu
saja tanpa berkata – kata lagi dengan sikap yang sangat dingin.
“ kak tunggu, lo tuh jangan jutek banget dong,
guekan Cuma nanya kalo ga mau jawab juga gak apa – apa. ” kataku sambil berteriak keras yang mungkin
dapat terdengar oleh yang lain ,ternyata betul teriakanku itu memang terdengar
oleh yang lain meraka langsung melihat kearahku sorot mata mereka sangat
membuatku malu,namun ia sama sekali tak menghiraukanku .
Dan aku putuskan untuk mencari sendiri
walau rasa malu ini menggelayut dalam benakku aku segera berusaha untuk
menepisnya dan berusaha mencarinya sendiri ,namun mata mereka tak putus-putus
melihat ke arahku bahkan terlihat jelas diantara mereka ada yang berbisik-bisik
satu sama lain aku berusaha menunduk sambil berjalan dan tak menghiraukan apa yang mereka semua
katakan.
Tak menyangka aku bertemu dengan
seorang temanku disana .hatiku lega dan bersyukur wajahku yang memerah kini
menjadi sedikit tertolong .
“ Niken, lo sekolah di sini juga
”sapaku kepada Niken yang sedang asyik gombrol
dengan teman barunya .
“ ya ampun zizi ,lo juga sekolah disini
seneng deh rasanya ” Niken terlihat kaget saat melihat aku berdiri dihadapannya
,dengan tingkah pola lebay ya.
Ya ,memang Niken adalah temanku di
sekolah lamaku namun kami kurang begitu akrab ,mungkin karena kami berbeda
kelas .niken itu memang anak nya sangat cepat bergaul dengan orang lain ,
selain itu juga sangat bersahabat jadi jangan heran bila cepat mengenal orang
lain .
“iya,nih gue lagi nyari ruang 23 kira
– kira dimana ken? ” tanyaku sambil melihat kesekeliling .
“ ya ampun berarti kita bertiga
sekelas dong ,zi kenalin ini Laras dan laras ini zizi” jawabnya dengan senang
dan sedikit histeris sambil menyuruhku berjabat tangan dengan teman barunya.
dan akhirnya aku berkenalan dengan
Laras .dan tanpa berbincang – bincang terlalu lama Laras serta Niken mengajak ku kelas yang tak
jauh dari tempat kami berbincang – bincang .
rasanya sangat senang bertemu dengan
teman baru selain kita menambah teman kita juga dapat bertukar pikiran saat
sedih maupun suka intinya hari ini aku sangat senang .
bel sekolah berbunyi memanggil semua anak untuk segera baris di lapangan
setelah aku menaruh tas aku segera menuju kelapangn dengan laras dan niken .disana terlihat sudah banyak murid – murid
berkumpul ada yang berbaris dengan tertib selain itu juga ada yang ngobrol satu
sama lain,aku segera kesana dan ikut berbaris dengan mereka .Upacara membukaan
MOS di mulai semua barisan saat itu disiapkan oleh pemimpin upacara . Satu demi
satu susunan upacara di laksanakan dari pengibaraan bendera ,sambutan kepala
sekolah ,serta sampai akhirnya sambutan dari ketua osis .Ketika aku melihat kearah
podium ternyata yang memberikan sambutan adalah cowok jutek yang kutemui tadi pagi, sontak aku langsung
kaget “ astaga ternyata cowok tadi,dia ketua osis pantas saja aku dilihatin
sama orang – orang tadi ” gumamku dalam hati dengan perasaan sangat malu.ia
segera memberikan sambutan kepada peserta MOS.
“kenalkan nama saya vino ardian saya
disini menjabat sebagai ketua osis,mungkin saya tidak akan panjang lebar hanya
saja saya akan memberikan sesuatu yang berbeda serta saya juga akan membuat suasana MOS menjadi
lebih asyik serta akan membuat kalian semua nyaman berada di sekolah ini
,mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila ada kekurang dalam
sambutan yang singkat ini ,pada hari ini MOS dibuka” sangat singkat, padat dan
jelas serta ia juga sangat mempunyai khrisma yang kuat saat ia berbicara di
atas podium .
Selesai ia memberikan
sambutan dilanjutkan dengan membacaan doa ,terlihat semua murid mengadahkan tangan
dengan khusuk mereka menunduk bagaikan berserah diri kepada tuhan yang maha esa.namun
,diantara mereka yang tertib ada juga yang ngobrol di belakang sampai membacaan
doa selesai.ya memang tingkah laku anak zaman sekarang seperti itu entah apa
yang mereka pikirkan seperti tidak mencerminkan sikap yang baik .
akhirnya upacara selesai
semua anak yang seperti tadi merasa seperti terkurung dalam sangkar kini mereka
merasa bebas sangat jelas perasaan mereka terlihat ,mungkin upacara bendera
sekaligus membukaan MOS sangat melelahkan.bayangkan saja kami berdiri sekitar 1
jam penuh untuk mendengarkan sambutan-sambutan , yang membuat kaki kami menjadi
kesemutan sungguh melelahkan .
rasa haus sangat terasa ,
memang cuaca yang cerah membuat kami kehausan walau masih pagi. jadi para murid
di bolehkan untuk membeli jajanan di kantin . seperti halnya Laras dan niken
mereka mengajaku namun ,Sehabis upacara yang sangat membosankan ini membuat
kepalaku pusing jadi aku memutuskan
untuk kekelas duluan meninggalkan Laras dan Niken yang berada dikantin .Rasanya
akhir-akhir ini badanku merasa cepat lelah entah apa yang terjadi aku juga
belum tahu .
Ketika aku berada dikelas suasana kelas sangat ramai dan berisik.Aku
duduk menenangkan pikiranku sambil menunggu kehadiran laras dan niken .Dan tak
lama kemudian mereka datang dengan membawa jajanan dari kantin ,saat itu aku di
tawarkan namun aku tak mau karena perutku sangat mual dan wajahku juga terlihat
pucat pasi .
“ Zi,lo sakit kalo sakit mending lo izin pulang ” Ujar laras
dengan penuh perhatian kepadaku .
“ gue ga apa-apa kok nanti juga sembuh
sendiri ”balasku dengan lemas
“lo, yakin ga apa-apa Zi?” Tanya Niken sambil memegang
keningku.
“ iya, ga apa-apa lin ”jawabku dengan
pasti untuk menyakinkan mereka .
Inilah hari pertamaku menjadi murid
sma dan inilah awal dari semua yang merubah hidupku, dari kejadian ini aku
mengenal arti penting dari persahabatan ,ketulusan ,hingga pengorban.
Senang
banget rasanya bisa kenal sama teman – teman baru seperti sesuatu yang gak bisa
dilupain .diary aku seneng banget baru di MOS udah dapat hal – hal yang baru
.Makasih tuhan sudah temuin aku sama temen – temen baru
juni,3,2010
Lebih Dekat
Sudah enam bulan sejak
kejadian di MOS aku menjalani masa SMA yang penuh warna penuh dengan kejadian –
kejadian yang dapat merubah aku menjadi anak yang lebih berani ,lebih
menghargai teman ,dan lebih kompak dari sebelumnya.
Hari ini cuaca tidak
mendukung terlihat langit mendung ,udara dingin juga sangat terasa .mungkin
karena musim pancaroba jadi udara tidak menentu kadang hujan ,terik atau hanya
berawan .tetapi hari ini aku harus jalani dengan penuh senyum dan tertawa riang
.Apakah kalian tahu kalau hari ini aku sangat senang sekali aku juga bingung
kenapa tetapi yang jelas sepertinya aku jatuh cinta dengan Vino ardian sang
ketua osis yang jutek banget berawal dari pertemuan yang singkat mengubah perasaanku
yang kosong menjadi lebih berwarna ,atau dapat di katakan cinta pada pandangan
pertama.
aku sangat senang sekali
aku tersenyum sendiri seperti orang gila sambil berjalan menuju ruang lab kimia
,satu dua kelas aku lewati namun aku terhenti ketika di ruang ketiga tepatnya
ruang fisika disana terlihat seseorang sedang duduk dan membaca buku siapa lagi
kalau bukan pujaan hatiku kak vino ardian seorang pria yang telah membuat hari
– hariku ini lebih berwarna ,dari balik pintu aku memperhatikannya dengan sangat serius sampai seseorang menepuk
pundakku dan membuarkan pikirannku .
“mau cari siapa ?”Tanya
seorang kakak kelas kepadaku .
“gak ,kok kak ” dengan
perasaan gugup dan langsung meninggalkannya.
Perasaanku sangat gugup
namun aku segera menuju lab kimia .yang mana tak jauh dari ruang fisika . kupercepat
langkahku agar cepat sampai dan akhirnya aku sampai juga .Terlihat keadaan di
kelas sudah cukup ramai banyak sekali teman – temanku disana ada yang sedang
sarapan pagi ,baca buku komik atau mengombrol,seperti halnya Laras dengan Niken
mereka sedang mengombrol dengan Risa dan Anjar terlihat sangat seru sekali
entah apa yang mereka bicarakan terlihat wajah Risa yang memerah mungkin karena
dia tertawa terlalu terbahak- bahak menjadi sepert itu .
“ hai…. Lagi ngombrolin
apaan si seru banget kayanya ”Tanyaku di sela – sela obrolan mereka .
“ gak ini loh ,si anjar
ikutin gayanya pak bahrul kalo lagi ngajar ”jelas laras kepadaku .
“oh seru banget dong
,lanjutin dong gue mau liat ni jar”rasa penasaranku sangat terlihat saat aku
berbicara .
“iya …… jar lanjutin ”ucap
kami berempat
“ok ,deh nona – nona ”
jawab anjar dengan memulai aksinya .
Tak terasa kami sudah mengombrol
sekitar 15 menit lamanya sampai bel masuk terdengar dengan nyaring .
“yah ,udah bel males dah
gue pelajaran kimia udah tahu gue mau masuk IPS malah di jejelin kimia juga ”
keluh Risa.
“sabar ya bu…” jawab kami
berempat
Mulailah pak bahrul menerangkan
tentang hukum molaritas pertama – pertama kami sangat antusias namun lama –
kelamaan kami semua boring .mungkin karena pak bahrul menjelaskannya terlalu
berbelat – belit membuat kami semua menjadi boring .untuk itu teman – temanku
mengatasinya dengan berbagai cara seperti ada yang mengombrol ,tertidur ,main
blackberry ,atau malah pura – pura ke kamar mandi lalu kemudian beli jajanan
deh . sedangkan aku memilih untuk mengombrol dengan Risa , anjar , Niken ,Laras
terasa asyik sekali sampai kami tertawa terbahak – bahak dan akhirnya kena
tegur .
“kalian,berlima maju kedepan kerjakan
soal yang ada di papan tulis ” tegurnya dengan mata melotot dan suara batak
yang khas .
“kami berlima pak ,kami semua pak
”pertanyaan yang tidak masuk akal di lontarkan oleh Risa .
“Iya kalian semua cepat ,maju ” jawab
pak bahrul yang sepertinya sudah mulai naik pitam
Akhirnya kami berlima maju
kedepan ,terlihat sangat malu tetapi,mau bagaimana lagi memang kami salah jadi
harus bertanggung jawab .satu soal bisa di kerjakan oleh Laras ,memang diantara
kami berlima Laras yang paling pintar bidang eksakta.sekarang giliran anjar
menjawab soal yang kedua pertamanya si lancar tetapi ketika di pertengahan
kacau jawabannya langsung dia mendapat amukan dari pak bahrul . giliran ketiga
yaitu niken sama seperti Laras dia juga pintar jadi gak sangsi kalau niken itu
jadi murid kesayangan pak bahrul setelah andre dan Laras ,habis dia itu
jawabnya cepat banget si .dan sekarang giliran aku pertama – tamanya aku
ngerjain lancar tetapi pas di pertengahan seperti anjar aku kebingungan harus
jawab apa. Tiba-tiba dewa penolong datang untuk aku dan Risa bel istirahat
berdering perasaan yang tadi gemeteran karena takut ga bisa ngerjain soal kini
terobati .
“ ya,sudah istirahat kalian semua
tetapi ,zizi dan Risa tetap disini kerjakan soal sampai bisa di bantu oleh
Andre,bapak mau makan dulu ” kata pak bahrul sambil meninggalkan ruangan kelas
“gue,kira dia kasih kopensasi gara –
gara bel ternyata tetep harus ngerjain juga ” gumamku dalam hati
“ lo berdua nyusahin gue aja ! ”sikapnya sangat tidak bersahabat terlihat
sekali di wajahnya
“ ya ,udah sana pergi kita juga ga
terlalu butuh lo kok gue bisa minta bantuan sama Laras kalo ga sama Niken
gampang kan”jawabku dengan ketus kepadanya .
“ ok terserah lo tapi sekarang yang di
suruh gue bukan teman – teman lo itu ,ngerti ratu jutek ”
ia sangat menyebalkan sekali sikap yang sok
pintar terlihat sekali di wajahnya. walau memang dia yang selalu pendapatkan
nilai paling tinggi setiap ulangan kimia, setidaknya dia itu harus lebih ramah
lagi kepada setiap orang .
“udah – udah eh zi ga usah ajak ribut
orang sombong ini ,eh dre kalo lo mau ngajarin kita cepetan perut w udah
keroncongan ” ucap Risa yang dengan nada yang tidak kalah juteknya seperti aku.
Kami segera mengerjakan
dengan perlahan – lahan , satu demi satu di jelaskan olehnya walau kami hanya
membantu sedikit dalam mengerjakan soal,namun kami sudah meresa sangat bangga.
“akhirnya kita selesai juganya Ris
,seneng deh ” kataku dengan perasaan yang gembira
“iya zi ,akhirnya gue bisa kekantin
perut gue udah keroncongan banget nih ” balasnya dengan kegirangan .
“gembira banget lo berdua inikan
setengahnya pake otak gue,eh bukan tapi semuanya pake otak gue ,seharusnya lo
berdua ucapin terimakasih sama gue” ucapnya dengan begitu sombong dan sedikit menyepelekan.
“ya udah, makasihnya professor andre
yang terhormat ok ,udah cukupkan” jawab kami berdua dan langsung meninggalkan
dia di kelas .
“sama – sama ratu jutek ”sambil
berteriak kepadaku.
“sabar zi ,emang nyebelin itu anak ”
bisik Risa kepadaku .
Di kantin sudah ada
niken,laras ,dan anjar sedang menunggu kehadiran kami .mereka bertiga
sepertinya khawatir dengan kami berdua terlihat ketika kami berdua datang
mereka langsung mengintrograsi kami dengan pertanyaan – pertanyaan .
“eh ,zi lo bisakan,gimana andre ngajarinnya
kerennya ”Tanya niken yang sangat antusias sekali .
Memang Niken sangat menyukai andre
jadi maklum kalau dia Tanya dengan sikap yang sangat penasaran .
“ iya ,zi certain dong please”
“ ok ,tapi kalo gak ada minum sama
makan kaya ya gak asyik ” sela Risa
untuk mencairkan suasana
“lo kan emang maunya ris, uhhh………
dasar Risa ” sentak anjar kepada Risa
“kenapa lo jar gak suka ,gue laper
banget ni zi traktir kita berempatnya …” paksanya dengan perasaan tak bersalah
“ iya …… gue traktir lo berempat ok ”
“beneran zi ,kita berempat di traktir
” Tanya anjar untuk memastikan
“ ehmmm………”
“makasih zizi sayang …… yang
cantik,imut dan pinter” balas mereka berempat dengan wajah yang sok manis.
“iya , kalo ada maunya aja bilang gue
pinter ” sambil tersenyum kepada mereka
“ makanya zi lo traktir kita berempat
terus, jadi kita bilang pinter terus deh ” hibur Laras kepadaku
“hahahaha….. asyik kalo tiap hari di
jajanin sama zizi”
“uhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..dasar Risa”
sorak kami berempat
“ayo zi certain cepetan ….” Paksa
niken kepadaku
“ok gue certain ,dia itu jutek banget
pokoknya lebih dari ketua osis terus dia itu sombong ,sok keren ,sok ganteng
,pokoknya sok deh ”jelasku kepada niken
“ sampai segitunya si andre
nyebelinnya ,tapi kalo kaya ketua osis kaya ga deh” sela laras memotong
pembicaraanku
“ya udah pesen makanan dulu ye ok ,
mba bakso 5 minumnya es jeruk 5 gak pake lama ”teriak Risa di sebelah telingaku
kepada mba kantin
“oke beres makanan segera diantar”
jawab mba kantin
“gila lo Ris kenceng banget tahu
,sakit telinga gue”
“sorry zi jangan marah ye ,habis perut
gue ga bisa di ajak kompromi ni”
“iya ris,gue ga marah kok tenang aja
kali”
“terus zi gimana lagi dia ,ayo certain
”terlihat sekali wajah niken sangat penasaran.
“ya gitu deh ,pokok ya nyebelin tanya
aja sama risa kalo gak percaya ”
“betul itu ken,yang dikata sama zizi
dia jutek banget deh ”jelas Risa untuk menyakinkan niken .
“ tapi,kalo dia lagi mikir keren sih
,ga tahan jutek ya itu lo ,malahan zizi di panggil ratu jutek” . tambah Risa
“ah masa sih segitu juteknya ”sikap
tak percaya sangat terlihat jelas sekali di wajah niken
Ketika kami sedang mengobrol dengan
asyiknya tiba – tiba makanan yang kami pesan akhirnya datang juga ,perut kami
yang keroncongan ingin segera melahapnya segera .tanpa berfikir panjang kami
segera menyantap dengan lahap , terlihat sekali Risa sangat lapar dari cara dia
makan yang sangat lahap mungkin dalam hitungan menit dia telah menghabiskan
baksonya itu .
“laper apa laper mba ” singgung anjar
kepada Risa
“bawel lo jar kaya cewek ,gue itu
belum sarapan tadi pagi tahu” terlihat lucu saat Risa berbicara bakso yang
masih penuh di mulutnya itu membuat ia
susah untuk berbicara.
“iya udah ,cepetan dikit lagi mau bel
” lerai niken untuk menghentikan adu mulut antara anjar dan Risa
Bel berdering kami semua segera menuju kelas ,di kelas sudah banyak
teman – teman ,keadaan di kelas terlihat sangat ramai .ada yang menyanyi entah
apa yang mereka nyanyikan ada yang main handphone ,bahkan ada yang main kejar –
kejaran sangat ricuh dan ramai ,namun inilah kelasku kelas x2 yang anak –
anaknya sangat kompak . di antara keramaian hanya sedikit yang pendiam hanya
ada beberapa saja contohnya laras ia asyik dengan membaca buku entah apa judul
yang ia baca namun terlihat serius ,lalu Kevin ia sempet – sempetnya tidur di
kelas ,yang terakhir andre sama dengan Laras ia juga sedang membaca sebuah buku
yang membuat pikirannya terbang jauh kedunia khyalan si pengarang.
Sekitar 15 menit kami menunggu guru akhirnya guru bahasa Indonesia kami
datang .semua anak yang tadinya ricuh tiba – tiba berubah menjadi diam dan
suasana hening.Mulailah bu mela menjelaskan tentang puisi semua anak terlihat
antusias dengan pelajarannya, mungkin karena pelajarannya yang tidak membuat
kami boring serta bu mela mengajarnya dengan lemah lembut jadi kami merasa
santai dengan apa yang ia jelaskan bukan hanya itu kami juga merasa lebih mengerti.
Waktu berjalan dengan cepat satu demi
satu pelajaran aku lewati dan tak terasa semua pelajaran hari ini telah selesai
juga . badan ini terasa sangat lelah
sekali , mungkin Karena bawaan buku yang terlalu banyak atau Karena memang
kondisi kesehatanku akhir – akhir ini menurun aku juga tidak tahu kenapa, yang
jelas hari ini aku sangat lelah.
Aku
merasa kini aku menjadi lebih dekat dengan teman – temanku walau hanya enam
bulan aku baru mengenal mereka namun seperti aku sudah mengenal mereka bertahun
– tahun .dari sini aku semakin dekat
dengan laras,niken,Anjar ,serta Risa . bahkan aku kini merasa bila mengingat –
ingat lagi aku seperti ingin kembali kejadian tadi bercanda tawa dengan mereka namun , udah
dulunya diary tanganku terasa pegal lagi pula hari sudah semakin larut
,kejadian yang tadi ga akan aku lupakan walau disuruh ngerjain soal sampai
kelimpungan namun itu ,menarik .
november,4,2010
Hari sudah semakin larut jam juga
telah menunjukan pukul 22:00 mata ini sudah sangat lelah rasanya ingin segera aku
istirahatkan namun, aku masih terbayang dengan kejadian tadi terkadang aku
tersenyum kembali ,seperti megulang kembali kejadian tadi dalam imjenasiku .
tetapi , sungguh kejadian itu membuatku menjadi ingin lebih mengenal mereka
lagi lebih jauh dari sekarang .
Surat
rahasia
From : ……………
Aku kini baru sadar saat aku terlelap dalam
kalut yang menyelubungi hatiku , saat semua pasi kau hadir bagaikan memberikan
embun pagi yang menyegarkan ,kau hadir dalam sebuah ruang yang kosong dan
memberikan sebuah cahaya yang terang di dalam hatiku.
to : zizi
aku sangat kaget saat aku
melihat surat singkat yang jatuh ketika aku ingin membuka lokerku , entah siapa
pengirimnya tak di cantumkan namanya .surat yang mana kata – katanya sangat
lembut dan menyentuh hati ini tak tahu siapa pemiliknya . lalu aku mulai
menerka – nerka di dalam pikiranku apakah seseorang yang aku kenal atau
seseorang yang memang aku belum tahu siapa dia? sebuah tanda Tanya besar kini
ada dalam benakku . tapi kini aku memang sangat penasaran dengan surat rahasia
ini.pikiranku masih melalang buana mencari tahu siapa pemiliknya sampai aku
sadar bel sudah mulai berbunyi.
Aku segera menuju kelas
geografi terlihat seperti biasa suasana yang ramai memang selalu terjadi di
kelasku ,apalagi saat ada PR semua anak terlihat sibuk mencontek .contohnya
saja seperti niken , anjar , dan risa sepertinya mereka dikejar oleh waktu .
“ kalian belum pada
kerjain PR ?” tanyaku kepada mereka yang sedang khusyuk untuk mencontek .
“ bentar ya zi kita pada
lagi sibuk ni, elo ngobrolnya sama Laras aja dulu ,ok ” jawab niken yang sedang mencontek
dengan seksama .
“ iya , deh yang lagi
nyontek serius ” ujarku kepada mereka bertiga
“ akhirnya selesai juga ,
tangan w pegel banget jawabannya panjang – panjang lagi ” keluh Risa .
“ eh bu yayuk dateng tuh
cepetan kerjain PR nya ” teriak salah seorang temanku .
Teman- temanku dengan
kekuatan ekstra cepat mereka semua menyontek pr dengan buru – buru seperti di
kerja waktu atau di kejar bu yayuk yang jelas kali ini teman – temanku sangat
ribet.
Keadaan masih sangat ricuh
tetapi semua keadaan berubah saat bu yayuk datang ,semua terdiam seperti patung
.memang guru geografiku ini sangat tegas
,walau sudah tua tetapi dia sangat gesit . namun dari semua guru bu yayuklah yang paling
pengertian .
“ selamat pagi,anak – anak
” sapa bu yayuk kepada kami semua dengan senyuman yang terukir di wajahnya yang
tua .
“ pagi bu………” balas kami
dengan kompak
“kumpulkan PRnya sekarang
juga dalam hitungan ketiga semua buku harus terkumpul di depan , 1……,2……,3……
ayo cepetan kumpulkan ”
Anak dengan sigap anak –
anak mengumpulkan ke depan ,ya walau berebutan tapi terlihat lucu .Mulailah bu
yayuk menerangkanya dengan luwes kami juga memperhatikannya dengan seksama
dengan canda tawa yang dibuat oleh seorang temanku menambah seru pelajaran kali
ini .kami menjalani pelajaran kali ini tidak suntuk tidak seperti pelajaran –
pelajaran yang lain .di tambah bu yayuk walau sudah tua namun seru terkadang ia
membuat kami tertawa dengan semua lelucon yang dibuatnya .sungguh aku merasa
senang sekali mengikuti pelajaran kali ini .
Bel istirahat berdering
tak terasa kali ini pelajaran terasa cepat berlalu ,apa mungkin Karena
pelajarannya yang tidak membosankan jadi tak terasa. Atau karena aku memang
menyukai pelajaran geografi ,tapi sudalah abaikan yang penting sekarang aku
mengisi perut terlebih dahulu habis perut ini terasa keroncongan sekali .
“ zi , ayo cepetan perut w
udah keroncongan tahu , cacing di perut w lagi pada demo ni ” panggil Risa yang
sepertinya tak sabaran sekali
“ ayo, kita ke kantin ”
ajakku kepada mereka berempat .
“ di traktir lagi zi ……”
“ maunya loe di traktir
terus sama zizi ,Ris ” sentak Niken kepada Risa
“ kirain gitu ken ” balas
Risa dengan perasaan sedikit malu
Setelah sampai di kantin
terlihat situasi di sana sangat ramai , bisa di bilang seperti pasar . dimana
mereka semua terlihat saling berdesak – desakan mungkin ,seperti keadaan sedang
mengantri sembako.walau bagaimanapun ini tak mengurungkan niat kami untuk makan
siang .
Kami berlima memilih untuk
duduk sambil menunggu pesanan tak seperti yang lain yang tak sabaran . sambil
menunggu pesanan seperti biasa kami berlima bercanda tawa , bersenda gurau ,
serta yang paling penting adalah bergosip.
“ eh zi, elo tahu ga
katanya kak vino lagi suka sama anak kelas satu ” ujar niken kepadaku.
“ apa…… yang bener ken !” balasku dengan perasaan yang sangat kaget
“ eh , ngobrolnya entar
dulu ya makanannya udah datang tu ” sela Risa
Aku terdiam sejenak
memikirkan apa yang dibilang niken .Perasaan yang tak percaya sempat ada dalam
benakku , apakah mungkin yang pengirim surat itu adalah kak vino atau bukan .
tetapi dalam hati kecilku aku berharap dia yang mengirim surat itu untukku .
namun sudalah aku juga tak berharap banyak darinya . yang penting sekarang aku
harus mencari tahu sendiri siapa pemilik
surat itu jangan sampai ketahuan dengan mereka berempat,Aku harus diam - diam
menyeledikinya .
“ zi mie pangsitnya ga dimakan ,kalo
ga di makan buat gue deh ” ujar Risa kepadaku .
“ mau loe ris, gue ga abis pikir sama loe sebenarnya
itu loe perempuan atau siluman dah makannya cewek rakus banget .” sentak anjar
kepada Risa
“ eh jar dari pada di buang kan
mubazir mending buat gue ” balas Risa tidak mau kalah .
“ udah – udah cepetan, dikit lagi mau
masuk ” lerai niken
“ Ras kenapa loe diam aja dari tadi loe
sakit ?” tanyaku kepada laras yang dari tadi terlihat murung
“ eh ga kok gue sehat Cuma gue sedikit
dingin aja ” balasnya dengan gugup kepada kami berempat .
Tak terasa 30 menit
berlalu ,bel berbunyi nyaring kami semua
kembali ke kelas kali ini adalah pelajaran biologi , pelajaran yang paling
disukai niken karena guru biologinya ganteng . lihat saja nanti ekpresi
wajahnya berubah sedikit memerah saat pak alif datang.
Sekitar 10 menit kami
menunggu pak alif dan akhirnya ia datang juga , seperti biasa pak alif membagi
kelompok menjadi enam kelompok yang mana setiap kelompok terdiri dari 4 orang ,
kali ini aku sangat tidak beruntung aku sekelompok dengan orang yang paling
nyebelin sedunia siapa lagi kalau bukan andre . rasanya aku ingin tukar saja
dengan temanku namun, itu tidak mungkin .
“ nah anak - anak kali ini , kalian
akan meneliti tentang berbagai macam bunga lalu kalian persentasikan di depan
kelas,dengan kelompok ini bapak harap kalian dapat kompak ” jelas pak alif kepada kami
“ iya , pak ………” jawab kami dengan serentak
“ sekarang bapak mau kalian buat
konsep persentasi dulu baru nanti minggu depan kalian persentasikan ” tambah
pak alif kepada kami semua.
Kali ini memang aku
bersyukur karena di kelompokku anak – anaknya pintar jadi aku tidak terlalu
sulit untuk mengerjakanya . ya memang andre , laras , dan fransiska merupakan
anak – anak yang masuk sepuluh besar jadi aku tidak terlalu khawatir,untuk
mendapatkan nilai bagus . tetapi bukan berarti kau tidak membantu disini, gini
– gini aku masuk peringkat 13 di kelasku walau kalah jauh dari mereka tetapi
setidaknya tidak peringkat terakhir .
Tak terasa waktu berlalu
begitu cepat , pelajaran demi pelajaran telah aku lewati dengan senyuman bukan
hanya itu ,hari ini aku merasa bahagia mungkin dari sekian banyak pria akhirnya
ada juga yang suka denganku walau aku masih belum tahu siapa dia .
Aku masih bertanya – Tanya
siapa yang telah mengirim surat itu , diary apakah kak vino ? aku sih belum
terlalu yakin. namun entah siapa yang mengirim aku yakin ia adalah seorang yang romantic atau
seseorang yang dapat membuatku tersenyum ,uhmmm…… rasanya capek banget lelah
hari ini tetapi aku akan cari tahu siapa pemilik surat itu .dan besok pasti aku
dapat temukan siapa pemiliknya .
november,5 2010
kubuka lagi dan kubaca
lagi sampai tak bosannya – bosannya mungkin ini yang ke 20 atau lebih aku tak hitung berapa jumlahnya ,
sungguh ini adalah hal pertama yang
membuat aku penasaran siapa penggemar rahasiaku
. ya tuhan apakah aku jatuh cinta pada kalimat ini atau seseorang yang
menulis kalimat yang begitu indah ini , semakin ku dekap surat itu dan semakin
aku terhayut dalam kalimat – kalimatnya .tak sadar aku terlelap dalam syair
sang pujangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar